-->

PSK Bukan Sampah Masyarakat

PSK Bukan Sampah Masyarakat
Banyak dari kita, yang seakan memberi predikat Hitam secara langsung maupun tidak langsung kepada para pekerjaan “ Pekerja Seks Komersial " atau yang biasa dikenal dengan PSK dikalangan masyarakat pada umumnya. Semua lapisan masyarakat seakan hanya bisa menghakimi mereka secara membabi buta.


Tanpa pernah ada yang peduli dengan latar belakang mengapa mereka menjadi seperti itu hingga kini.Dan dari dahulu juga,kami seakan menjadi sampah masyarakat yang terpinggirkan dari keramaian disekitarnya. Tak ada yang mau bersinggungan bahkan berteman dengan orang seperti mereka, dan seakan mereka lebih hina dari pada binatang dijalan. Teman mereka hanya dinginnya malam & gelapnya malam, yang selalu menemani mereka disaat suka & duka bahkan ketika meninggal nanti.


Tak ada yang peduli dengan kondisi mereka sekarang & nanti,tak ada yang bisa memberikan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah mereka,yang ada hanya gemuruh petir yang saling bersambaran menuju kearah mereka. Jangan salahkan mereka,kalau pacar atau bahkan suami anda pernah tidur dengan mereka selama ini karena bukan mereka yang bisa memilih mana yang harus menemani mereka malam ini. Melainkan pasangan anda sendiri, yang secara nafsu binatang memilih wanita yang harus menemani mereka disaat malam tiba.


Dari dahulu hingga sekarang, sudah banyak ratusan ribu anak yang putus sekolah terselamatkan secara perlahan dengan biaya dari ibu mereka menjadi penjajah malam. Sudah banyak ratusan ribu, pedagang yang mencari penghasilan utama dari para para pengunjung psk. Tapi tidak banyak, orang yang mau peduli tentang kehidupan mereka selama ini. Dan jangan salahkan mereka,kalau mereka bekerja sebagai “ Penjaja Seks Komersial “ karena tidak ada manusia didunia ini yang mau memilih mendapatkan pekerjaan tersebut.


Kesimpulan : Mereka hanya sekumpulan manusia,yang masih gigih berjuang ditengah kerasnya kehidupan.Mereka juga tidak lebih hina dari pada para pejabat dinegeri ini yang,hanya peduli dengan perut mereka sendiri tanpa pernah peduli dengan suara rakyat.